-->

Iklan

Iklan
image
Tampilkan postingan dengan label breakingnews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label breakingnews. Tampilkan semua postingan

Warga Bakar Ban Blokir Rel KA di Desa Lalang

Batu Bara, Bara Pos TV

Kesal pasca Kereta Api (KA) barang tabrak warga hingga tewas, warga langsung blokir jalur rel bakar ban bekas di Dusun Pekan, Desa Lalang, Medang Deras, Batu Bara. Jumat (28/2/2025).

Warga kesal karena minimnya pengawasan dan KA melaju dengan kecepatan tinggi diatas 40 Km perjam.

Beredar video amatir warga KA penumpang Kuala Tanjung - Tebing Tinggi dihadang puluhan warga.

Salah seorang warga yang menyaksikan tabrakan, Rosida, mengatakan, korban Nurbeti (48) Warga Dusun Pekan, Lalang, terpental persis dibelakang warungnya.

"Saat kejadian saya lagi beres - beres, dari jauh terdengar suara klakson KA. Sempat saya ingatkan warga yang melintas agar hati - hati melintasi rel," ungkap Rosida.

Lanjut Rosida, terlihat korban roling roling ditabrak KA.

"Terlihat tubuh korban terguling disambar KA. Korban sempat dilarikan ke klinil Harun namun tidak tertolong," jelas Rosida.

Saat berita ini ditayangkan pihak Kepolisian Polres Batu Bara bersama warga lagi menunggu kehadiran pihak KA di Balai Desa Lalang. ((pelka)

Share:

Diduga Ada Kutipan Rekruitmen Security PT GBN KSBSI Nikeuba Geruduk PT Bakrie Domba Mas

Batu Bara, Bara Pos TV

Diduga adanya kutipan rekruitmen tenaga kerja Security di PT GBN untuk pengamanan di perusahaan PT Bakrie Kuala Tanjung, puluhan massa Komisariat Niaga Informatika Keuangan Perbankan dan Aneka Industri (Nikeuba)/Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Batu Bara, gelar aksi di depan PT Bakrie. Kamis (30/01/2024).

Aksi tersebut sempat ricuh dan terjado doron - mendorong pintu pagar dengan petugas keamanan (security).

Menurut ketua aksi, Yusri Bajang, selain adanya indikasi pengutipan yang dilakukan oleh oknum PT GBN pihak perusahaan juga melakukan pemecatan secara sepihak.

"Kami sebagai aktivis buruh dan putra daerah Kuala Tanjung meminta PT Domba Mas atau pihak PT Bakrie untuk memutuskan hubungan kerja dengan PT GBN. Dugaan pihak PT GBN telah melakukan timdakan semena - mena dengan memecat karyawannya tanpa ada SP 1 sampai SP 3," ungkap Yusri.

Lanjut Yusri, PT Bakrie, dan PT Domba Mas harusnya bisa melakukan evaluasi kepada PT GBN sebagai penyedia jasa keamanan, yang diduga menyalahi aturan.

Pada saat melakukan mediasi, perwakilan dari PT GBN "Zul" menyampaikan bahwa tidak perlu melakukan Surat Peringatan (SP), sehingga memancing para pendemo, sehingga membuat suasana menjadi memanas dan ricuh.

Aksi demo tersebut disambut oleh "Budi" perwakilan PT Bakrie Renewable Chemicals (BRC) yang menaungi PT. Domba Nas Agro Prima yang memberikan jasa keamanan ke PT GBN, bawa pihak perusahaan akan melakukan evaluasi terhadap pelanggaran - pelanggaran ketika cukup bukti dan melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan - ketentuan yang berlaku.

Menurut Budi, perusahan menginginkan pekerja - pekerja yang baik, agar perusahan dapat berjalan sesuai dengan produksinya, dimana ketika pekerja beraktifitas dengan bagus tapi mendapatkan perlakuan tidak adil, hal ini akan menjadi perhatian pihak perusahaan.

"Ketika keberadaan itu ada (bukti), kita tidak akan butuh waktu lama untuk melakukan evaluasi, jika ada tindak pidana nya silahkan di proses secara hukum dan siap kita keluarkan,"tegas Budi.

Sampai dengan berita ini diturunkan tidak ada kata sepakat antara pendemo dan pihak PT Domba Mas dan PT GBN.

KSBSI dam Nikeuba serta organisasi buruh lainnya akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi. (Plk)

Share:

Diduga Keracunan Limbah Ikan Mengambang di Sei Padang

Breakingnews

Batu Bara, Bara Pos TV

Warga di seputaran Sungai Kubah Padang, Desa Lalang, Medang Deras dihebohkan dengan mengambangnya berbagai jenis ikan muara. Munculnya ikan dipermukaan diduga akibat limbah karena air sungai berubah kecoklatan.

Sekretaris DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batu Bara, Teti Sulastri mengatakan disepanjang Sungai Padang ikan pada mabuk. Kamis (16/05/2024).

"Kita belum mengetahui apa penyebab ikan mabuk namun sample air yang warnanya agak pekat sudah diambil untuk di cek ke laboratorium," ungkap Sulastri. 

Salah seorang warga, Salmah, mengatakan, sudah puluhan tahun baru kali ini terjadi ikan di muara mengambang di Sungai Padang.

"Beberapa bulan terakhir ini air Sungai Padang berubah warnanya dan pagi ini sekira pukul 07.00.Wib, banyak ikan di muara sungai mengambang, bahkan ada yang mati," ungkap Salmah.

Lanjut Salmah, selama ini warga yang berada disepanjang Sungai Padang memanfaatkan air untuk mandi dan cuci.

"Kami biasanya menggunakan air sungai ini untuk mandi dan cuci pakaian kalau air minum beli air galon. Sekarang airnya sudah berubah dan seperti lengket berlumut," ujar Salmah.

Kalau diseputaran sungai ini banyak sampan nelayan yang hilir mudik dan ada pabrik industri, ujarnya.

"Sebagai warga kami berharap agar pemerintahan terkait agar mengusut dari mana asal pencemaran air Sungai Padang. Kalau airnya seperti dulu kami bisa memanfaatkan air sungai untuk mandi dan cuci lagi untuk mengurangi pengeluaran beli air bersih," tutup Salmah.

Penulis : Sholeh Pelka

Share:

Artikel

Kategori

Polri (136) Kriminal (86) Organisasi (85) Instansi daerah (74) Politik (64) Inalum (52) Pendidikan (50) Musibah (45) Perusahaan (44) Olahraga (38) keagamaan (30) TNI (20) sosial (19) Lingkungan (14) Pertanian (9) Nasional (5) Viral (4) KPU (3) breakingnews (3) kesehatan (3) terkini (3) Ekonomi (2) Budaya (1) Buruh (1) MUI (1) Opini (1) Pramuka (1) SUMUT (1) Teknologi (1)

Iklan