-->

Iklan

Iklan
image

Pimpin DPC GEKRAFS Batu Bara, Nazli : Tugas Kedepan Penguatan Ekonomi Skala Jadi Prioritas

Medan, Bara Pos TV 

Nazli Aulia resmi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Batu Bara dan sah dilatik  resmi dilantik oleh DPW GEKRAFS Sumut di The White Venue, Medan. Rabu (22/4/2026). 

Hadirnya DPC GEKRAFS Kabupaten Batu Bara Nazli Aulia siap untuk bekerja maksimal untuk penguatan ekonomi daerah khususnya Bumi Melayu Batu Bara.

"Kabupaten Batu Bara memiliki potensi ekonomi yang besar dan beragam, mulai dari sektor pariwisata seperti Pulau Pandang dan Pulau Salah Nama, hingga sektor pertanian, khususnya komoditas cabai merah yang menjadi salah satu unggulan di Sumatera Utara," ungkap Nazli.

Lanjut Nazli, pentingnya peran ekonomi kreatif dalam memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM melalui kolaborasi lintas sektor. 

“Potensi ini akan menjadi kekuatan besar jika digerakkan oleh pemuda yang kreatif dan kolaboratif. Termasuk bagaimana market pasar UMKM dapat dikembangkan melalui kolaborasi ekonomi kreatif,” ujar Nazli Aulia.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPW GEKRAFS Sumatera Utara, Fadhullah, serta disaksikan oleh Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian dan Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Dewan Penyantun GEKRAFS Ade Jona Prasetyo.

Kegiatan ini turut diikuti oleh pelantikan 8 DPC GEKRAFS lainnya se-Sumatera Utara serta DPW GEKRAFS Kampus Sumatera Utara.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap perkembangan ekonomi kreatif di daerah. 

Ia juga mengajak seluruh pengurus, baik di tingkat DPW maupun DPC, untuk bersama-sama membesarkan organisasi sebagai rumah bersama.

“Ini bukan soal siapa tokoh atau ketua. Mari kita besarkan rumah kita (GEKRAFS), karena kekuatan organisasi ada di tangan seluruh pengurus. Bahkan, DPC kabupaten/kota harus mampu menembus kerja sama hingga ke tingkat internasional,” sebut Kawendra.

Dalam kesempatan yang sama, Ade Jona Prasetyo menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan DPW GEKRAFS Sumatera Utara serta DPC GEKRAFS se-Sumatera Utara. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi, mengoptimalkan potensi daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Menutup rangkaian acara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menekankan bahwa perkembangan teknologi saat ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, generasi muda dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif agar mampu bersaing serta memanfaatkan peluang yang ada.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran GEKRAFS dalam mengembangkan potensi lokal, memberdayakan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batu Bara, tutup Wagubsu. (Plk)

Share:

Gegara Minum Kopi JANTAN Minta Tambuh Wik Wik Gak Dikasi Pasangan Selingkuh Alhirnya Dicekik

Batu Bara, Bara Pos TV

Satreskrim Polres Batu Bara berhasil mengungkap kejanggalan atas kematian pasangan selingkuh karena sang lelaki minta tambah wik wik kedua kali tidak dilayani sang kekasih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson Nainggolan bersama Kasat Reskrim, AKP Masagus di Aula Bhayangkari Polres Batu Bara. Kamis (23/4/2026).

Sebelumnya kematian seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SS (41) yang ditemukan tewas di kamar hotel masih misteri akhirnya terungkap. 

"Kematian ibu Rumahtangga memastikan korban meninggal dunia akibat dibunuh oleh rekan pasangannya sendiri," ungkap AKBP Nelson.

Korban sebelumnya ditemukan tak bernyawa di kamar 15 Hotel Sorake, Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 06.30 WIB.

Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson HH Nainggolan, yang juga didampingi Wakapolres Kompol Supendi dan Kasat menjelaskan bahwa hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

“Ditemukan luka di beberapa bagian tubuh seperti kelopak mata, bibir, tungkai, dan leher. Pemeriksaan dalam juga menunjukkan adanya pendarahan pada paru-paru, pelebaran pembuluh darah otak, serta buih pada saluran pernapasan,” sebut Kapolres.

Dari hasil autopsi tersebut, polisi menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah akibat terhalangnya saluran pernapasan karena pembekapan yang disertai cekikan di leher.

"Polisi telah menetapkan seorang tersangka berinisial MAA (61), seorang nelayan warga Kecamatan Talawi. Tersangka diketahui merupakan teman korban saat berada di dalam kamar hotel. Hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya,” papar Kapolres Batu Bara.

Pengakuan pelaku dirinya kesal ketika kekasih gelapnya tidak mau melayani dirinya yang kedua kali.

"Sekira jam 23.00 Wib kami berdua masuk hotel. Sampai didalam kamar aku buat kopi jantan setelah dingin kuminum. Lalu kami berhubungan badan pertama kali, setelah itu dia minta belikan nasi goreng namun ketika makanan datang dia sudah tidur," jelas MAA.

Sekitar jam 03.30 Wib kubangunkan untuk berhubungan kedua kali namun gak dilayaninya alasan mengantuk dan disitulah emosi memuncak yang akhirnya dicekik, jelas MAA.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain bantal, handuk, puntung rokok, botol minuman, pakaian dan barang pribadi korban, serta rekaman CCTV yang telah diamankan dalam bentuk flashdisk.

Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. (Plk)

Share:

Diduga Usai Minum Jamu Kuat Ibu Rumahtangga Meregang Nyawa di Hotel Sorake

Batu Bara, Bara Pos TV 

S (41), seorang ibu rumah tangga, warga Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara ditemukan tidak bernyawa di Hotel Sorake, Kecamatan Sei Balai. Senin (20/3/2026).

Personel Satreskrim Polres Batu Bara bersama Unit Inafis dan Polsek Talawi melakukan penanganan danengumpulkan bukti.

Kapolres Batu Bara melalui Kasat Reskrim menyampaikan bahwa setelah menerima informasi, personel gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi jenazah, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya menginap di hotel bersama seorang rekannya. Pada dini hari, korban sempat mengeluhkan sakit di bagian dada, perut, dan leher. Rekan korban kemudian berupaya mencari pertolongan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun, saat petugas medis tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP sementara, petugas menemukan beberapa barang di sekitar korban, di antaranya bungkusan jamu serta cairan dalam botol yang diduga merupakan minuman herbal.

Guna memastikan penyebab kematian secara pasti, jenazah telah dibawa ke RSUD H. OK Arya Zulkarnain Batu Bara untuk dilakukan visum et repertum (VER), dan rencana tindak lanjut akan dilakukan autopsi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis.

Polres Batu Bara mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait peristiwa ini dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Polisi lagi melakukan penyelidikan siapa teman korban saat di hotel tersebut. (Pelka)

Share:

INALUM Serahkan Bantuan CSR di Kawasan Operasional Paritohan

Paritohan, Bara Pos TV 

PT Indonesia Asahan Aluminium kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyerahan berbagai bantuan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) di kawasan operasional Paritohan pada 10–11 April 2026. Program ini menyasar sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar masyarakat. (14/4/2026)

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Bagi INALUM, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami berikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kami menyadari bahwa perusahaan tidak dapat tumbuh sendiri. Kemajuan perusahaan harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat,” ujar Melati.

Ia menambahkan bahwa program CSR yang dijalankan merupakan bagian terintegrasi dari strategi perusahaan untuk menciptakan dampak jangka panjang.

“Seluruh program ini dirancang dengan satu tujuan utama, yaitu menciptakan dampak yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada 10 April 2026, kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di SD Negeri 178491 Pintu Pohan. Bantuan yang disalurkan meliputi mobiler sekolah, beasiswa bagi siswa/i SMA Negeri yang lulus ke Perguruan Tinggi Negeri, alat usaha untuk UMKM, serta program Rumah Kompos melalui pengembangan Tani Nusantara. Selain itu, INALUM juga memberikan bantuan sepatu dan tas sekolah, program bedah rumah, serta instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Hutaregar dan Hutagodang (Desa Meranti Tengah), serta di Suanan dan Parduaan (Desa Meranti Utara).

Dukungan terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama, antara lain melalui pembangunan lapangan olahraga terbuka di SMAN 1 Pintupohan Meranti, bantuan sarana air bersih, toilet, paving block lapangan sekolah, peralatan UKS dan program sekolah sehat, peralatan bank sampah “Sekolah Adiwiyata”, serta bantuan peralatan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Pada 11 April 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Panti Karya Hepatha, di mana INALUM memberikan bantuan alat kesenian, bantuan alat jahit, dan bantuan sarana air bersih. INALUM juga memberikan dukungan berupa workshop keterampilan seperti pembuatan lilin, menjahit, dan kerajinan tangan, serta pengembangan training centre untuk bidang peternakan dan pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, kunjungan dilakukan ke wilayah Sionggang dengan agenda penyerahan bantuan alat pertanian dan bibit secara simbolis untuk program Tani Nusantara, peninjauan langsung program, serta kegiatan penanaman pohon bersama sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, PT Indonesia Asahan Aluminium akan terus memperkuat peran aktifnya dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar wilayah operasional. Melalui sinergi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan, INALUM optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Plk)

Share:

INALUM Lakukan Ekspansi SGAR Gase 2 di Mempawah Kalbar

Jakarta, Bara Pos TV 

PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkapkan perkembangan terbaru proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini merupakan ekspansi dari SGAR Fase 1 yang telah lebih dulu dikembangkan.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan saat ini perusahaan tengah merampungkan sejumlah tahapan krusial sebelum masuk fase konstruksi. Adapun, progres proyek saat ini berada pada tahap finalisasi penyusunan bankable feasibility study serta proses pengambilan keputusan investasi atau Final Investment Decision (FID).

FID sendiri kita targetkan di tahun ini, dan dengan tetap akan melaksanakan proses EPC dan penyelesaian sampai akhir tahun 2028 dan dapat beroperasi di awal 2029 bersama dengan smelter yang kedua," kata Melati dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/03/2026).

Di sisi lain, Melati menjelaskan pembangunan SGAR Fase 2 sangat bergantung pada realisasi proyek smelter aluminium kedua di Mempawah. Mengingat, seluruh produksi alumina dari SGAR Fase 2 dirancang untuk memasok kebutuhan smelter tersebut.

"Karena kebutuhan kami untuk membangun SGAR fase 2 ini adalah murni untuk dapat mensuplai alumina untuk proyek smelter kami yang kedua di Mempawah," tambahnya. (Plk)

Share:

Kinerja Positif INALUM Peroleh Laba 2,42 Triliun Tahun 2025

JAKARTA, Bara Pos TV 

PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar US$142,8 juta atau sekitar Rp2,42 triliun (kurs Rp17.003). Angka ini naik sekitar 15% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar US$123,7 juta.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menjelaskan, pendapatan Inalum terus menunjukkan tren kenaikan. Pada 2023 misalnya, pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$548 juta, kemudian naik menjadi US$716,9 juta pada 2024, dan kembali naik sekitar 10% menjadi US$785,7 juta pada 2025.

"Untuk kinerja keuangan konsolidasi, di tahun 2023 revenue kita baru di 548 juta dolar, ini naik ke US$716,9 juta di 2024 dan naik 10% di 2025 di US$785,7 juta," papar Melati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/03/2026).

Menurut dia, peningkatan pendapatan tersebut juga turut diikuti kenaikan biaya seiring dengan peningkatan produksi. Adapun, pada 2024 total biaya naik sekitar 8% dibandingkan 2023 dan kembali meningkat 7% pada 2025.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya, sehingga menjaga kinerja profitabilitas perusahaan. (Plk)

Share:

INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Konsistensi Kinerja ESG Berkelanjutan

Jakarta, Bara Pos TV 

PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih peringkat PROPER Emas untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP) serta PROPER Hijau untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP) dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) tahun 2025. (7/4/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 April 2026. Dalam sambutannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa PROPER kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi yang mendorong dunia usaha untuk melampaui kepatuhan.

“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.”

Pada periode 2024–2025, partisipasi PROPER mencapai 5.476 perusahaan atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, hanya 282 perusahaan yang berhasil menembus kategori beyond compliance, terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau. INALUM menjadi salah satu perusahaan yang berhasil masuk dalam kelompok tersebut.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

“Kami memaknai pencapaian PROPER Emas dan Hijau ini sebagai refleksi komitmen jangka panjang INALUM dalam menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis. Upaya kami tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang terukur dan berdampak nyata,” ujar Melati.

Secara historis, INALUM menunjukkan kinerja yang konsisten dalam PROPER. Peringkat Emas diraih untuk Pabrik Peleburan di Kuala Tanjung pada 2022, 2024, dan 2025, serta untuk operasional PLTA di Paritohan pada 2023. Sementara itu, peringkat Hijau juga dicatatkan secara berkelanjutan, masing-masing oleh operasional PLTA pada 2022, 2024, dan 2025. Rekam jejak ini menegaskan konsistensi implementasi prinsip ESG di seluruh lini operasional perusahaan.

Pencapaian ini didukung oleh berbagai inisiatif inovasi lingkungan (eco-innovation), mulai dari efisiensi energi dan sumber daya, pengelolaan limbah, hingga optimalisasi proses operasional yang berkontribusi pada peningkatan kinerja keberlanjutan. INALUM juga mengembangkan pendekatan circular economy melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.

Di sisi sosial, perusahaan menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis pengukuran dampak melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Salah satu program unggulan, “Dari Sampah Jadi Berkah”, menunjukkan bagaimana inisiatif lingkungan dapat sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Pencapaian PROPER Emas dan Hijau ini semakin memperkuat posisi INALUM sebagai pelaku industri strategis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, INALUM berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kinerja keberlanjutan serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Plk).

Share:

Artikel

Kategori

Polri (133) Organisasi (83) Kriminal (82) Instansi daerah (73) Politik (64) Pendidikan (50) Musibah (45) Inalum (44) Perusahaan (44) Olahraga (38) keagamaan (29) TNI (20) sosial (19) Lingkungan (14) Pertanian (9) Nasional (5) Viral (4) KPU (3) breakingnews (3) kesehatan (3) terkini (3) Budaya (1) Buruh (1) Ekonomi (1) MUI (1) Opini (1) Pramuka (1) SUMUT (1) Teknologi (1)

Iklan