-->

Iklan

Iklan
image

Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Jakarta, Bara Pos TV

BPI Danantara Indonesia (“Danantara Indonesia”) hari ini secara serentak melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$ 7 miliar. Proyek-proyek ini merupakan bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung. Jumat, 6 Februari 2026.

Peresmian serentak ini menandai dimulainya implementasi proyek-proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi lintas sektor, di antaranya sektor energi, pangan, mineral, dan logam, sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa program hilirisasi merupakan agenda strategis yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia, sekaligus menjadi salah satu fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian industri dan mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan bernilai tambah tinggi,” ujar Rosan.

MIND ID bersama anggotanya INALUM dan ANTAM meresmikan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit – alumina – aluminium yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat.

Fasilitas ini terdiri dari smelter aluminium baru dengan kapasitas 600.000 metrik ton aluminium per tahun dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun.

Proyek ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan mineral Indonesia serta mendukung pasokan bahan baku bagi sektor industri manufaktur dalam negeri sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Melalui proyek strategis nasional ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit menjadi alumina dan aluminium. Hal ini didasari dari harga bauksit mentah yang berada di kisaran US$ 40 per metrik ton, meningkat menjadi sekitar US$ 400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina, dan kembali melonjak hingga sekitar US$ 2.800–US$ 3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan bahwa melalui hadirnya proyek ini dapat meningkatkan kemampuan produksi aluminium dalam negeri yang semakin kuat, serta menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan impor aluminium.

Menurutnya, hadirnya fasilitas ini dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor dan berdampak pada peningkatan cadangan devisa. Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa naik 394% dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Di samping itu, para pelaku industri manufaktur akan mendapatkan kepastian pasokan bahan baku dari dalam negeri.

“Proyek ini adalah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan negara pada sektor mineral, demi peradaban masa depan Indonesia,” pungkas Maroef.

Turut hadir dalam peresmian ini Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Kabupaten Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, serta jajaran Direksi dan Komisaris MIND ID, ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan PT Borneo Alumina Indonesia.

Pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Pre

Share:

Panitia Seleksi Tetapkan Ardiansyah Sembiring Resmi Jadi Kadus Bahbolon 1 Pematang Panjang

Batu Bara, Bara Pos TV

Ardiansyah Sembiring dinyatakan lolos menjadi Kepala Dusun Bahbolon 1 Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia Seleksu Kepala Dusun (Kadus) Daman Abdul Danan Damanik disaksikan oleh seluruh anggota panitia. Jumat (14/2/2026)

Ketua Panitia Seleksi Kadus menjelaskan bahwa  Ardiansyah Sembiring mengungguli 5 pesertalainnya.

"Ada 6 peserta yang ikut seleksi calon kadus. 3 materi yang diujikan, ujian tertulis, komputer dan wawancara. Untuk sesi wawancara langsung di lakukan oleh perwakilan Kecamatan Air Putih, Monde dan Syaiful Bahri,"jelas Danan.

Hasil dari 3 materi yang diujikan Ardiansyah Sembiring unggul dari semua peserta.

"Saat sesi wawancara hanya diikuti oleh 2 peserta yang memiliki nilai  tertinggi. 2 Tim penguji wawancara menilai Ardiansyah Sembiring lebih unggul dari Dedek Gumawan," ujar Danan.

Lamjut Danan, dalam hal ini panitia tetap transparan dan terbuka tidak ada keberpihakan.

"Usai mengetahui hasil wawancara sebagai ketua panitia langsung mengumumkan pemenang seleksi usai bersidang dengan panitia seleksi kadus," ucap Danan.

Seluruh hasil seleksi ujian sudah dikumpulkan dan terlihat Ardiansyah Sembiring unggul.

"Panitia secara sah sudah menetapkan Ardiansyah Sembiring sebagai Kepala Dusun Bahbolon 1 Desa Pematang Panjang ditandatangani dan stempel basah yang akan diserahkan kepada Kepala Desa Pematang Panjang pada hari kerja," tegas Abdul Danan Damanik. 

Panitia sebelumnya juga telah mengumumkan kepada peserta apabila ada yang merasa terzholimi untuk memberikan pendapatnya.

"Alhamdulillah seluruh peserta tidak ada merasa keberatan pelaksanaan seleksi calon kadus Bahbolon 1 dan tugas panitia sudah selesau," sebut Danan.

Saat di Kantor Kepala Desa Pematang Panjang seluruh perangkat Desa sudah mengucapkan selamat kepada Ardiansyah Sembiring termasuk Kepala Desa Parulian Gultom dan Sekdes Darwis. (Pelka).

Share:

Inalum Bersama PJT 1 Konservasi Air Hutan dan Masa Depan Danau Toba

Toba, Bara Pos TV

PT Indonesia Asahan Aluminium, telah menjalankan program strategis dalam hal konservasi alam di Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan yang terletak di 7 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. 

Berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT-1), kinerja ini menegaskan komitmen INALUM dalam mendukung kelestarian Daerah Tangkapan Air Danau Toba sebagai langkah meningkatkan kebermanfaatan perusahaan kepada masyarakat dan Indonesia. 

Program yang dilakukan antara lain pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM Sunarno A. Rakino menyebut bahwa kinerja ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air dan hutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. 

Ia menyebut bahwa pelestarian Danau Toba hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

“Bagi INALUM, Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi, kami berupaya hadir dengan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Kami percaya, ketika kolaborasi ini berjalan beriringan, upaya menjaga Danau Toba tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi komitmen bersama untuk masa depan Sumatera Utara dan Indonesia,” ujar Sunarno.

Sepanjang 2025, INALUM dan mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis konservasi yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Upaya tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. 

Adapun beberapa program yang dilakukan antara lain:

Konservasi Air dan Resapan

Upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, pembangunan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara menjadi bagian dari langkah strategis meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan.

INALUM juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi yang tersebar di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Di bidang edukasi lingkungan, program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

Untuk mendukung keberlanjutan rehabilitasi lahan, INALUM turut membangun Kebun 3 unit Bibit Rakyat (KBR) berkapasitas 50.000 bibit per tahun, dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Pencegahan Kebakaran Hutan & Lahan dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat

Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, INALUM melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di DTA Danau Toba melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 18 MPA di beberapa kabupaten, yaitu: Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Samosir hingga tahun 2025.

Rehabilitasi Lingkungan

Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dengan total 1.050 pohon yang ditanam oleh INALUM dan mitra di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, dan menjaga kualitas air danau.

Penanaman dilakukan di area seluas lebih dari 1.400 hektar di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba. Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah tangkapan air Danau Toba. 

Program penanaman pohon ini juga merupakan langkah inisiatif INALUM dalam melaksanakan mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara. 

Program konservasi INALUM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan INALUM dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, INALUM memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia. (Plk)

Share:

Kapolres Batu Bara Minta Pelindo Kuala Tanjung Komunikasi 2 Arah Terkait Masuknya Kapal Pesiar

Batu Bara, Bara Pos TV

Polres Batu Bara nyatakan sikap tegas siap menjaga konduaifitas di Pelindo Kuala Tanjung dan jalin komunikasi, kolaborasi untuk menyambut kapal pesiar yang mengangkut ribuan turis mancanegara.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson Nainggolan saat menerima audensi GM Pelindo Kuala Tanjung, Indri Gunawan beserta rombongan di Ruang kerja Kapolres Batu Bara. Selasa (13/1/2026).

"Polres Batu Bara salah satu perhatian utama selama menjabat Kapolres Batu Bara adalah semata mata untuk menciptakan suasana yang kondusifan di Batu Bara," tegas AKBP Doly Nelson.

Komunikasi dua arah yang baik harus dapat terjalin dan Polres Batu Bara tetap mendukung upaya untuk menciptakan suasana yang nyaman dan aman.

"Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang berkesinambungan antara Kepolisian dengan PT Pelindo Regional 1 Kuala Tanjung," ujar Kapolres.

GM Pelindo Regional I Kuala Tanjung, Indri Gunawan mengucapkan mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Kapolres dan jajaran Polres Batu Bara.

"Pelindo Kuala Tanjung siap menjalin komunikasi dan saling koordinasi dan kolaborasi dalam menyambut kedatangan kapal pesiar untuk dikemudian hari guna terciptanya suasana yang Kondusif,"tutup Indri Gunawan. (Plk)

Share:

Pelaku Cabul Ditangkap Satreskrim Polres Batu Bara

Batu Bara, Bara Pos TV

Pelaku cabul anak dibawah umur akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Batu Bara. Korban berusia 10 tahun bersama orang tua telah buat laporan Polisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim, AKP Masagus melalui Kasi Humas Polres Batu Bara, AKP Fahmi. Selasa (14/1/2026).

Dijelaskan AKP Fahmi peristiwa pencabulan terjadi di salah satu desa di Kab. Batu Bara  (6/1) sekira pukul 16.00. Wib.

"Orang tua korban curiga melihat anaknya menangis dan langsung diinterogasi. Sang anak mengaku telah di cabuli oleh A yang masih satu desa, korban dibawa le kamar mandi dan terjadilah perihal yang tidak senonoh," ungkap AKP Fahmi.

Pelaku diamanakan  Minggu (11/1) dinihari dikediamannya.

"Saat ini pelaku masih ditahan di Mapolres Batu Bara dan masih menjalani proses pemeriksaan" pungkas AKP Fahmi. (Plk)

Share:

Menapaki Usia Emas 50 Tahun INALUM Komit Meneguhkan Eksistensi di Industri Aluminium Nasional

Jakarta, Bara Pos TV

PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menandai 50 tahun perjalanan perusahaannya sebagai momentum refleksi atas kontribusi dan peran strategis yang telah dijalankan dalam mendukung industri aluminium nasional. Selasa (6/1/2026)

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa lima dekade perjalanan perusahaan bukan semata tentang lamanya usia, melainkan tentang konsistensi INALUM dalam menjaga relevansi, ketangguhan, dan kontribusi nyata bagi Indonesia.

“Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa INALUM terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak awal berdiri, INALUM hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau, dan hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat,” ujar Melati.

Memasuki usia emasnya, INALUM memaknai perjalanan tersebut tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga melalui keberpihakan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Seiring terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, INALUM memutuskan untuk meniadakan acara Selebrasi HUT ke - 50 ini. Selebrasi berupa Panggung Hiburan dan Jalan Santai yang biasanya digelar untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional, telah didedikasikan seluruhnya pada kegiatan Sosial (CSR), yakni dengan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. 

Inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus empati terhadap kondisi kemanusiaan, selaras dengan prinsip keberlanjutan dan peran INALUM sebagai BUMN strategis yang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

Perjalanan 50 tahun INALUM juga ditandai dengan capaian kinerja yang mencerminkan kekuatan fondasi perusahaan. Sepanjang tahun 2025, INALUM mencatatkan prestasi pencapaian ALL TIME HIGH PRUDUCTION 280.082 MT dan ALL TIME HIGH SALES 280.141 MT yang artinya INALUM  mencapai jumlah produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah operasional perusahaan. Hasil tersebut merupakan buah dari penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, strategi bisnis yang adaptif serta komitmen Insan INALUM dalam merespons dinamika industri aluminium global. 

Pencapaian ini sekaligus menegaskan ketangguhan INALUM sebagai produsen aluminium nasional yang andal dan berdaya saing. Kedepannya INALUM akan terus melangkah mengambil peran penting dengan inisiatif strategis penguatan Industri Aluminium Terpadu.

Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di industri aluminium terintegrasi, INALUM mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta memproduksi aluminium primer untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan pasar ekspor. Didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan Indonesia–Jepang, INALUM sepenuhnya menjadi milik Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 2013. Sempat menjadi holding industri pertembangan di tanah air pada tahun 2018, dan Sejak 2023, INALUM berstatus sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia), dan terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri strategis nasional.

Syukuran usia emas ini dilaksanakan secara hybrid dari Jakarta, Kuala Tanjung, dan Paritohan sebagai simbol sinergitas operasional INALUM. Bersamaan dengan momen tersebut, INALUM juga mengadakan kegiatan Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat dan Gerakan Donor Darah bersama PMI Batubara di Tanjung Gading, Sumatera Utara. (Plk)

Share:

PB Gemkara Minta Presiden RI Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus

Batu Bara  Bara Pos TV

Pengurus Besar Gerakan Masyarakat Menuju Kesejahteraan Kabupaten Batu Bara (PB GEMKARA) Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara  mengeluarkan pernyataan keras tentang keberadaan lahan eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus  Kabupaten Batubara.Pasalnya saat ini HGU yang dimiliki perusahaan asing tersebut sudah berakhir.

"Tanggal 31 Desember 2023, HGU PT Socfindo sudah habis dan pemerintah dengan tegas menyatakan tidak akan memperpanjang lagi dan segera ambil alih," kata Ketua Umum PB GEMKARA Drs.Khairul Muslim kepada media.Selasa (6/1/2026).

Masyarakat Batu Bara meminta sikap tegas Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil alih lahan yang selama 60 tahun lebih diusahai PT Socfindo di Tanah Gambus  Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara.

Dengan pengambilalihan atau tidak memperpanjang lagi HGU PT.Socfindo maka  lahan tersebut bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat.

Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berkali-kali menegaskan, pemerintah tidak akan memperpanjang HGU seperti PT Socfindo yang merupakan investasi  PMA (Penanaman Modal  Asing). Lahan eks HGU diambil alih oleh negara tersebut akan dilakukan identifikasi dan inventarisasi kemudian  dimasukkan dalam Buku Tanah dan selanjutnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan negara dan rakyat.

Sikap tegas dan konsisten pemerintah sangat dituntut oleh masyarakat Batu Bara berkaitan lahan eks HGU PT Socfindo dan sudah  dua tahun habis  HGU-nya sejak 31 Desember 2023. Jadi, nunggu apa lagi karena lebih cepat lebih baik sehingga tidak menimbulkan konflik sosial,tegas Khairul yang juga Ketua Forum Pemred Media Siber Sumut itu.

Menurut Khairul, lahan eks HGU PT Socfindo seluas 6000 hektar lebih  tersebut  bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan mendukung  program ketahanan pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto sekaligus  membuka lapangan kerja.

Sebagai contoh adalah  pengambil-alihan ratusan ribu hektar perkebunan  sawit  di Indonesia yang dilakukan di masa kepemimpinan  Prabowo Subianto karena melanggar ketentuan perizinan.

Dengan sikap tegas pemerintah melalui Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafri Syamsuddin,akhirnya  perkebunan sawit tersebut  berhasil diambil alih oleh pemerintah dan dikelola Agrinas untuk kepentingan rakyat.

Tindakan tegas seperti ini sangat  ditunggu masyarakat Batu Bara  terhadap lahan eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus yang memilki luas lebih 6000 hektar.

Sudah saatnya pemerintah menguasai secara langsung asset tersebut melalui Agrinas atau institusi lain yang ditunjuk pemerintah,ujar Khairul didampingi Ketua Harian Zulkarnain Achmad,Sekretaris Azmi bersama Ketua Divisi GEMKARA Zulkifli Nasution,Ahmad Syukur,Alban Alfa,Misli Sitorus,Tumiran,Ramlan M.Santoso,Jefri Maulana,Hasnuddin Faqih,Wasinton,Ali Umar,Mhd.Rozali,Suratman.

Kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan tengah melakukan kebijakan efisiensi antara lain melakukan pengurangan terhadap dana Transfer Keuangan Daerah (TKD). Jika lahan eks HGU PT Socfindo dikelola oleh pemerintah maka peluang meningkatkan pendapatan untuk membiayai Pembangunan Daerah akan dapat terpenuhi tanpa membebani pemerintah pusat,tambahnya.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun dan Pendaftaran Tanah dengan tegas mengatur masalah HGU. Dalam PP Nomor 18 Tahun 2021 disebutkan,HGU yang telah berakhir dan tidak diperpanjang atau diperbaharui secara sah maka  secara hukum berstatus sebagai Tanah Negara.Makanya, tidak ada dasar hukum bagi PT Socfindo  bertahan dan  tetap menguasai lahan setelah  masa HGU berakhir. PB GEMKARA minta PT Socfindo patuh dan segera hengkang sebelum rakyat marah.

Bahwa dalam peraturan dan ketentuan  pertanahan tidak dikenal perpanjangan HGU secara otomatis dan setiap perpanjangan atau pembaharuan harus diajukan tepat waktu dan memenuhi syarat dalam aspek  hukum, sosial, lingkungan serta tata ruang.

PB GEMKARA juga meminta pemerintah pusat, BPN,instansi terkait untuk bersikap terbuka, profesional dan tegas dalam menyikapi status lahan  eks-HGU tersebut agar tidak terjadi peluang  "permainan" yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan konflik sosial dan korupsi.

PB GEMKARA mencatat aspirasi masyarakat yang berdomisili di lingkar eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus.

Masyarakat berharap agar tanah yang selama ini dikelola perusahaan asing tersebut secepatnya  dikembalikan kepada negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Pasal 33 UUD 1945 ayat 2 dan 3 dengan tegas menyebutkan "Cabang produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara ; Bumi,air dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-sebesarnya kemakmuran rakyat.

"Amanat UUD 1945 ini wajib diwujudkan pemerintah untuk kemakmuran rakyat".

Makanya, negara harus hadir dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Jangan sampai rakyat menjadi penonton dan marah serta terpaksa  turun ke jalan kemudian menguasai lahan eks HGU PT Socfindo. (Plk)

Share:

Artikel

Kategori

Polri (130) Organisasi (82) Kriminal (78) Instansi daerah (66) Politik (64) Pendidikan (50) Musibah (44) Perusahaan (44) Olahraga (38) Inalum (36) keagamaan (29) TNI (19) sosial (19) Lingkungan (14) Pertanian (9) Nasional (5) Viral (4) KPU (3) breakingnews (3) kesehatan (3) terkini (2) Budaya (1) Buruh (1) Ekonomi (1) MUI (1) Opini (1) Pramuka (1) SUMUT (1) Teknologi (1)

Iklan